Berita

Tutup Tahun TK Negeri 1 Sleman 2015

IMG_0886

Ada pepatah mengatakan “Ada pertemuan pasti ada perpisahan“. Inilah yang sesuai dengan acara yang diselenggarakan TK Negeri 1 Sleman pada hari Sabtu, 30 Mei 2015. Sebuah acara yang  membahagiakan sekaligus mengharukan bagi TK Negeri 1 Sleman yaitu acara Tutup Tahun atau perpisahan murid. Acara yang diselenggarakan di Gedung MMTC, Yogyakarta sebagai kegiatan terakhir dalam Tahun ajaran 2014-2015.

Acara diawali dengan sambutan-sambutan (Kepala sekolah, Komite dan Panitia kegiatan), kemudian ditampilkan berbagai hasil belajar siswa, prestasi di kelas dan di sekolah maupun ekstrakurikuler, seperti : menari, drumband, hafalan Al-quran, dll. Dalam acara ini juga diumumkan siswa yang mendapat juara kelas (juara 1-3) dilanjutkan dengan penyerahan piala. Dan sebagai pelengkap keceriaan di hadirkan berbagai stan dan aneka hadiah/ doorprize menarik.

IMG_0927IMG_0949IMG_0962IMG_1123

Read more...

Siaran Pendidikan di Jogja TV

Sebagai salah satu sekolah TK Negeri yang memiliki siswa-siswi berbakat. TK Negeri 1 Sleman kembali mengadakan acara Siaran Pendidikan, Sabtu 25 Mei 2015. Acara ini di siarkan secara langsung (live) dalam acara “Dunia Anak” di Jogja TV. Acara ini menampilkan siswa-siswi kelompok TK kecil / A, yaitu Kelompok bermain, A1-A5, dan B1, sementara kelompok TK Besar / B sudah melakukan siaran lebih dulu.

Dalam acara ini ditampilkan berbagai macam kegiatan unggulan TK Negeri 1 Sleman selain Drumband, seperti Tari-tarian, Hafalan Do’a (Muslim), Gerak dan Lagu Bahasa Inggris, Fashion Show dan kegiatan lainnya. Selain menjadi agenda rutin tahunan, acara ini juga digelar sebagai media informasi dan promosi kepada masyarakat luas agar lebih mengenal TK Negeri 1 Sleman.

Acara seperti ini diharapkan bisa meningkatkan Keberanian dan kepercayaan diri pada siswa.

*Sekian dan terima kasih.

Read more...

Drumband di GOR Among Rogo

DRUMBAND TK NEGERI 1 SLEMAN  maju mengikuti lomba di Among Rogo, Yogyakarta hari Minggu tanggal 10 mei 2015. Acara ini diselenggarakan oleh PDBI DIY dan diikuti oleh sekolah TK se-DIY.

Sebelumnya berbagai persiapan telah dilakukan baik  oleh pelatih maupun pengurus bahkan orang tua siswa turut membantu. Mulai dari latihan rutin hingga penyediaan berbagai atribut/perlengkapan tim, semua dilakukan bersama-sama dengan tujuan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Tanpa mengenal waktu, tenaga maupun biaya yang dikeluarkan semua dilakukan untuk Drumband TK Negeri 1 Sleman.

Waktu yang dinanti pun tiba, anak- anak bersiap masuk tampil sementara pengurus mempersiapkan alat dan atribut asesorisnya. Riuh suara dukungan yang diberikan orang tua murid dari kursi penonton kepada putra-putrinya turut menambah semangat dan kepercayaan diri mereka. Dengan semangat dan kepercayaan diri mereka tampil hingga selesai. Meskipun ada sedikit kendala tetapi semua berjalan dengan lancar.

Pada perlombaan kali ini tim Drumband TK Negeri 1 Sleman mengusung konsep SPY/ Mata-mata. Anak-anak nampak mahir memainkan perannya namun hanya mampu mendapatkan juara Harapan I, meski demikian ada kebanggaan tersendiri dari orang tua siswa kepada putra-putrinya.

 

Read more...

Gelar Fashion Show

fashion show

Ratusan siswa dari TK Negeri 1 Sleman ini tampak berlenggak-lenggok di atas panggung. Dengan gaya menggemaskan, pemandangan ini menjadi tawa dan hiburan tersendiri bagi wali siswa maupun masyarakat sekitar yang melihat fashion show ini. Para siswa kali ini sengaja mengenakan pakaian adat dari beberap daerah di Indonesia, mengajarkan anak untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam perbedaan.

Hal ini terlihat dari kekompakan mereka sekaligus menanamkan anak untuk mencintai adat istiadat dan budaya Indonesia. “Puncak kegiatan perinhatan Hari Kartini ini kami sengaja menggelar lomba keluwesan dengan pakaian adat nasional. Selain mengajarkan anak untuk percara diri, cara ini akan menanamkan kecintaan terhadap seni budaya Indonesia,” ungkap Waldjito SH, Ketua Panita Peringatan Hari Kartini TK Negeri 1 Sleman disela-sela lomba, Sabtu (26/04/2014).

Ada setidaknya 200 siswa dari 7 kelas TK Negeri 1 Sleman unjuk kebolehan. Di hadapan dewan juri, wali siswa dan penonton mereka beraksi untuk meraih juara. Kegiatan Kartinian yang mengambil tema ‘Dengan Semangat Kartini Kita Tumbuhkan Kepedulian terhadap Sesama’ ini sebelumnya sejak tanggal 21April lalu telah dilakukan berbagai kegiatan diantaranya kunjungan ke Panti Cacat Ganda Sayap Ibu di Kalasan Sleman dan Panti Asuhan Bayi Yayasan Gotong Royong di Niten Sewon Bantul.

Dalam bakti sosial tersebut diserahkan bantan segala kebutuhan panti maupun bantuan uang santunan. “Lewat bakti sosial kita juga ingin menumbuhkan jiwa sosial anak didik dan menumbuhkan jiwa sosial. Kegiatan ini akan menjadi bekal anak ketika dewasa nanti,” jelas Waljito. (Usa)

Read more...

Belajar Membatik Meriah

belajar membatik

Ratusan anak-anak TK Negeri 1 Sleman tampak antusias mengikuti praktek belajar membatik. Sesekali mereka meniup canting dan menorehkannya di atas kain mori. Kegiatan ini terlihat sangat menyenangkan karena rarusan anak-anak tampak semangat membatik.

“Senang pokoknya bisa membatik bareng teman-teman. Pokoknya mengasyikkan deh,” ujar salah satu siswa TK Negeri 1 Sleman kepada wartawan disela-sela kegiatan membatik bersama di Mall Galeria Yogyakarta, Jumat (10/10/2014).

Sementara Ketua Panitia, Pak Jo mengatakan, kegiatan belajar membatik yang akan digelar selama 2 hari mulai hingga Sabtu (11/10/2014) kemarin ini diikuti sebanyak 186 siswa yang dibagi ke dalam 2 gelombang. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati hari batik. Selain itu kegiatan ini untuk pembelajaran di luar sekolah. Kegiatan belajar membatik ini bekerja sama dengan Yakum dan Game Fantasia Mall Galeria.

“Kegiatan belajar membatik untuk anak TK ini bertujuan sebagai program pembelajaran di luar juga untuk menananmkan kepada anak didik tentang budaya batik yang sudah melekat dangan tradisi di Yogya,” jelas Pak Jo.

Selain itu pembelajaran batik akan memberikan pemahaman kepada anak akan seni dan budayanya. Karena dengan mengenal dan tau bagaimana cara membuat batik diharapkan mereka akan menyanyani seni dan budaya lokal.

Sementara salah satu orang tua siswa, Waljito SH mengaku senang dengan kegiatan belajar membatik untuk siswa TK. Selain belajar di sekolah memang anak harus dilatih seni dan keterampilan. Karena hal ini akan berguna dalam kehidupan anak di masa mendatang.

“Kegiatan semacam ini harus terus digelar untuk mengasah keterampilan an bakat anak. Sehingga kami sebagai orang tua mendukung penuh kegiatan tersebut,” tegas Waljito. (Usa)

Read more...

Kartinian di Panti Asuhan

Kartinian ala TK Negeri 1 Sleman di Panti Asuhan

Tidak ada acara fashion show dan lomba di TK Negeri 1 Sleman ini. Anak didik justru diajak mengunjungi panti asuhan. Pengasuh TK ini ingin anak-anak ini punya kesan mendalam lewat kegiatan ini.

ZAKKI MUBAROK, Sewon

Dengan mengendarai tiga bus sekitar 170 anak didik TK Negeri 1 Sleman tiba di halaman Panti Asuhan Gotong Royong sekitar pukul 10.30 WIB. Agenda kunjungan ke panti asuhan yang terletak di Dusun Jaranan, Panggungharjo, Sewon ini merupakan kali kedua pada peringatan hari Kartini kemarin (21/4). “Sebelum ke sini, kami tadi ke Panti Asuhan Sayap Ibu di Kalasan (Sleman),” terang ketua panitia peringatan hari Kartini TK Negeri 1 Sleman Waljito di sela-sela mendampingi anak didiknya berkunjung ke panti asuhan yang berdiri pada tahun 2004 ini.

Waljito tidak sendirian. Dia didampingi sejumlah tenaga pengajar dan jajaran pengurus TK Negeri 1 Sleman. Itu dilakukan agar mereka dapat memberikan pengarahan kepada seluruh anak didik yang mengikuti agenda kunjungan di panti asuhan ini.

Ya, TK Negeri 1 Sleman sengaja memeringati hari Kartini dengan cara yang berbeda. Biasanya mayoritas TK maupun SD mengisi peringatan yang jatuh pada tanggal 21 April ini dengan peragaan busana tradisional yang melibatkan seluruh anak didik. “Hari Kartini ini kami peringati dengan kegiatan lain yang kami nilai lebih bermakna bagi anak-anak,’’ ujarnya.

Peringatan dengan model yang tidak biasa ini bukan tanpa alasan. Melalui agenda kunjungan ini tenaga pengajar dan pengurus TK ingin menanamkan nilai-nilai sosial kepada seluruh anak didik. Harapannya agenda ini mampu membuka kepekaan sosial anak didik. “Supaya lebih peka dengan masyarakat yang kurang mampu,” tuturnya.

Sebab, saat kunjungan ke panti asuhan seperti ini anak didik tidak hanya sekadar memberikan bantuan sosial. Melainkan juga melihat langsung kondisi 21 balita yang hidup di dalam panti asuhan. Dengan berurutan seluruh anak didik diajak berjalan menyusuri sepanjang lorong yang membelah sisi kiri dan kanan bangunan panti asuhan.

Di sisi kiri berderet sejumlah ruangan tidur. Demikian pula di sisi kanan lorong. Tidak sedikit balita penghuni panti asuhan tidur di depan ruangan tersebut. Alasnya berupa kasur lipat.

Balita yang usianya rata-rata berkisar empat bulan hingga dua tahun ini hidup tanpa pelukan hangat dari kedua orangtuanya. Berbeda dengan keseharian anak didik yang selalu dalam limpahan kasih sayang kedua orangtuanya.  “Melalui acara semacam ini kita juga ingin menyampaikan pesan agar hari Kartini tidak selalu diisi dengan seremonial belaka,” ungkap Ketua Komite TK negeri 1 Sleman Bambang Supriyanto.

Bambang menegaskan, salah satu upaya mengenang jasa pahlawan adalah dengan memperjuangkan nilai-nilai adiluhung. Sebagaimana yang telah diperagakan oleh para pahlawan, termasuk diantaranya Raden Ajeng Kartini. Bukan dengan seremonial semata.“Ini baru pertama kali. Tahun depan akan kami lanjutkan lagi,” jelasnya.

Bambang menuturkan, berbagai agenda TK negeri 1 Sleman selalu dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan para wali murid. Termasuk di antaranya agenda kunjungan ke sejumlah panti asuhan ini. Bahkan, hampir seluruh bantuan yang diberikan kepada panti asuhan bersumber dari para wali murid.

Sekretaris Panti Asuhan Gotong Royong Supriyati menyambut hangat kedatangan rombongan TK negeri 1 Sleman. “Anak-anak (penghuni panti asuhan) ini mayoritas berasal keluarga kurang mampu,” tandasnya.

Sejak berdiri pada 2004 panti asuhan sedikitnya telah merawat sekitar 90 anak. Saat ini, penghuni panti asuhan sebanyak 21 anak. Dari tahun ke tahun lalu lintas keluar masuknya balita terbilang lumayan. Sebab, selain merawat panti asuhan juga berupaya mencarikan orangtua angkat.“Dan kami juga menyekolahkan mereka sampai tingkat yang mereka kehendaki,” tambahnya.(*/din)  

Read more...
  • Album Galeri

    • free vector